Senin, 12 November 2012

Tiga Anak Khadafi Tinggalkan Aljazair


Tiga Anak Khadafi Tinggalkan Aljazair?AFP Hannibal, Aisha dan Mohammad, tiga anak mantan pemimpin Libya, Moammar Khadafy, yang selama ini mendapat suaka politik di Aljazair.
Libya
Tiga Anak Khadafi Tinggalkan Aljazair?
Senin, 12 November 2012 | 13:23 WIB



TRIPOLI, KOMPAS.com - Anak-anak mantan pemimpin Libya, Kolonel Moammad Khadafy yang melarikan diri ke Aljazair, dikabarkan telah meninggalkan negeri Afrika Utara itu. Terlalu ketatnya pengawasan pemerintah dan kemungkinan adanya perjanjian untuk memulangkan janda Khadafy ke Libya diduga kuat menjadi alasan mereka meninggalkan Aljazair.
Ketiga anak Khadafy itu, Aisha, Hannibal dan Mohammed diduga telah menuju ke salah satu negeri Afrika untuk meminta perlindungan. Karena PBB menjatuhkan hukuman larangan terbang untuk keluarga dekat Khadafy, maka diyakini ketiga anak Khadafy ini akan menuju ke Niger, di mana anak Khadafy lainnya, Saadi, berlindung.
Niger adalah satu dari sedikit pilihan untuk keluarga Khadafy, setelah tawaran suaka di Venezuela dan Zimbabwe dinilai terlalu sulit diwujudkan. Sementara negara Afrika lain sulit diandalkan. Mauritania, misalnya, baru-baru ini mengekstradisi Abdullah Senussi, paman Aisha dan mantan kepala intelijen Libya di masa pemerintahan Khadafy.
Aisha Khadafy, dikabarkan sudah sangat frustrasi dengan pembatasan komunikasi yang diberlakukan pemerintah Aljazair. Keluarga Khadafy kini menyewa seorang pengacara Tunisia, Bashir al-Said untuk meminta Mahkamah Kriminal Internasional menyelidiki kematian Kolonel Khadafy.
Namun, pemerintah Aljazair menghalangi komunikasi Aisha dengan tim kuasa hukumnya. Pemerintah Aljazair khawatir, Aisha akan terlibat dalam aktivitas politik, salah satu hal yang dilarang Aljazair sebagai imbalan suaka politik mereka di negeri itu.
Hal lain adalah perjanjian antara Aljazair dan Libya yang isinnya mengizinkan janda Khadafy, Safia, kembali ke negeri kelahirannya sebagai orang bebas. Pemerintah baru Libya tidak keberatan Safia kembali ke kampung kelahirannya di Badia.
Meski diyakini anak-anak Khadady sudah menuju Niger, sejauh ini pemerintah negeri itu belum bisa dimintai konfirmasi terkait masalah tersebut.

Please Visit Us

0 komentar:

Posting Komentar